jatim.jpnn.com, SURABAYA - Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Jawa Timur menegaskan pentingnya membangun sistem pendidikan yang tidak hanya mencetak generasi cerdas, tetapi juga berkarakter, religius, dan memiliki daya saing di tengah derasnya arus digitalisasi serta persaingan global.
Komitmen itu ditegaskan dalam kegiatan bedah buku bertajuk Sistem Model dan Corak Pendidikan LDII dalam Platform Profesional Religius dari Sabang sampai Merauke yang digelar di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Minggu (10/5).
Kegiatan itu dihadiri jajaran DPD LDII kabupaten/kota se-Jawa Timur, tokoh Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), Majelis Ulama Indonesia (MUI), akademisi, hingga unsur kepolisian.
Ketua DPW LDII Jawa Timur KH Moch Amrodji Konawi mengatakan pendidikan menjadi kunci utama membangun masa depan bangsa.
Menurut dia, tantangan zaman menuntut lahirnya generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual.
“Pendidikan itu tidak cukup hanya urusan dunia. Ada pendidikan agama dan pendidikan karakter. Tiga hal ini harus berjalan seimbang,” kata Amrodji.
Dia menilai krisis yang terjadi saat ini bukan hanya persoalan ekonomi dan teknologi, tetapi juga menyangkut krisis karakter generasi muda.
Karena itu, LDII menempatkan pendidikan karakter sebagai fondasi utama dalam pembinaan generasi.



















































