jpnn.com, JAKARTA - Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan rupiah melemah 70 poin menuju Rp 17.870 per USD pada pukul 10.15 WIB pada libur Iduladha, Kamis (28/5).
“Kemungkinan besok pembukaan pasar rupiah akan mendekati level Rp 18 ribu per USD,” ujar Ibrahim dikutip JPNN, di Jakarta, Kamis.
Ibrahim menjelaskan rupiah hari ini dipengaruhi oleh geopolitik Timur Tengah yang makin memanas di mana Amerika Serikat melakukan penyerangan kepada instalasi Iran selatan dan akan mendapatkan balasan setimpal.
“Pada rapat di gedung putih Trump menyatakan akan menyerang Oman sebagai negara negosiator yang mendukung perdamaian Iran-Amerika dan memperburuk harga minyak dunia,” ungkap Ibrahim.
Di sisi lain, Amerika Serikat tengah melakukan persiapan besar di Israel untuk menyerang Iran dalam skala yang lebih besar.
Dari Eropa Timur perang Ukraina dan Rusia memperparah harga minyak bumi.
Ukraina berencana meminta bantuan Amerika Serikat untuk membalas serangan Rusia.
“Ukraina meminta misil-misil canggih untuk melakukan serangan balasan,” kata dia.






















































