Mampukah Muktamar Ke-35 NU Menjadikan Pesantren Sebagai Kompas Abad Kedua?

3 hours ago 23

Oleh: Dr. Saifullah Isri, S.Pd.I., M.A dan Gus H Fauzi Mahendra (Dosen Senior | Peneliti | Pemerhati Pendidikan dan Transformasi Sosial; Tokoh Milenial PBNU, Pengurus DPP PBNU)

Mampukah Muktamar Ke-35 NU Menjadikan Pesantren Sebagai Kompas Abad Kedua?

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Tokoh Milenial PBNU, Pengurus DPP PBNU Gus H Fauzi Mahendra. Foto: Source for JPNN

jpnn.com - Ada ironi menarik menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama.

Muktamar secara resmi digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, 27–31 Agustus 2026.

Namun, sehari menjelang pembukaan, perhatian publik justru kembali tertuju kepada Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri.

Di tempat inilah para kiai sepuh berkumpul.

Bukan untuk berebut posisi.

Bukan untuk mengumumkan siapa yang harus menang.

Untuk mengingatkan satu hal yang jauh lebih mendasar: jaga muruah NU. Hindari tekanan. Jangan biarkan pertikaian merusak persaudaraan.

Pesan tersebut bukan sekadar pernyataan menjelang Muktamar. Ia seperti cermin yang memantulkan pertanyaan lebih besar:

Muktamar Ke-35 NU secara resmi digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, 27–31 Agustus 2026.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |