May Day 2026: PDIP Tegaskan Buruh Bukan Tumbal Krisis Ekonomi

5 hours ago 16

 PDIP Tegaskan Buruh Bukan Tumbal Krisis Ekonomi

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

DPP PDI Perjuangan merayakan Hari Buruh Internasional bersama 3.000 pekerja perusahan PT Sayap Mas, Kabupaten Malang, Jumat (1/5/2026). Foto: dok sumber

jpnn.com, JAKARTA - DPP PDI Perjuangan merayakan Hari Buruh Internasional bersama 3.000 pekerja perusahan PT Sayap Mas, Kabupaten Malang, Jumat (1/5).

Mengusung tema "Banteng Pro Pekerja: Buruh Berdaulat, Indonesia Berdikari", kegiatan ini dikemas dalam bentuk sambung rasa dengan para buruh, layanan kesehatan, layanan konsultasi hukum perburuhan, pembagian 3.000 paket sembako, serta pentas musik dan seni.

Acara dimulai dengan tayangan pidato politik Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Menurut Megawati, peringatan Hari Buruh harus dilihat dan perspektif historis dan kebudayaan. Pasalnya, perjuangan buruh merupakan manifestasi perlawanan terhadap berbagai belenggu penjajahan akibat bekerjanya kapitalisme dan imperialisme.

"PDI Perjuangan menegaskan bahwa buruh bukan sekedar faktor produksi dalam angka-angka ekonomi, melainkan soko guru perjuangan dan bersama petani dan nelayan menjadi orientasi kemandirian bangsa. Kesejahteraan buruh adalah prasyarat keadilan sosial,” kata Megawati Soekarnoputri.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang Didik Gatot Subroto dalam sambutannya menyampaikan bahwa partai adalah pelayan rakyat dan fraksi adalah sisi tajam perjuangan membela rakyat dalam berbagai bentuk peraturan daerah dan program kerja.

Dia memastikan PDIP akan terus bersama-sama buruh dalam memperjuangkan hak layak hidup, layak upah dan layak kerja di Kabupaten Malang.

Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Tenaga Kerja dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Mercy Barends mengingatkan kembali ajaran Bung Karno tentang Trisakti dan keberpihakan pada kaum pekerja.

PDIP akan terus bersama-sama buruh dalam memperjuangkan hak layak hidup, layak upah dan layak kerja

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |