jpnn.com, JAKARTA - Politikus PDI Perjuangan Mohamad Guntur Romli merasa heran masalah kurban Rp100 miliar dari Presiden RI Prabowo Subianto yang memakai APBN tak diketahui Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa.
"Setelah Menteri Keuangan Purbaya mengaku tidak tahu masalah itu, ini aneh bin ajaib," kata dia melalui layanan pesan, Kamis (28/5).
Sebab, kata Guntur, sekelas bendahara negara bisa tidak tahu kurban Rp100 miliar dari Presiden Prabowo.
Dia berharap persoalan kurban tidak seperti perkara pembelian puluhan ribu motor listrik buat program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Publik pantas bertanya, sistem keuangan negara yang berjalan tanpa pengawasan yang semestinya atau lebih buruk tanpa transparansi, ini berbahaya," ujarnya.
Toh, kata Guntur, kurban dalam ajaran Islam menjadi urusan pribadi dan seseorang menanggungnya memakai harta sendiri.
"APBN bukan harta Presiden Prabowo. APBN itu harta 280 juta rakyat Indonesia, muslim, dan nonmuslim," lanjutnya.
Guntur menyebutkan secara fikih kurban dengan uang rakyat tetapi nama pribadi Presiden RI menjadi kontradiksi yang tidak bisa dibela dengan alasan apa pun.






















































