jpnn.com, JAKARTA - Perhelatan MilkLife Soccer Challenge Jakarta dan Solo Seri 2 2025 – 2026 telah mencapai partai puncak seusai melewati serangkaian laga yang kompetitif.
Di Jakarta, SDN Cilangkap 01 B (KU 10) dan SDN Mampang 3 (KU 12) menaklukkan lawan-lawannya untuk meraih gelar juara, sementara di Solo, MIN 9 Sragen dan SDN Kristen Manahan tampil dominan, memastikan kemenangan di masing-masing kategori KU 10 dan KU 12.
Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono menegaskan bahwa penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge Jakarta & Solo Seri 2 2025 – 2026 menjadi bukti komitmen jangka panjang dalam menumbuhkembangkan ekosistem sepak bola putri Indonesia sejak usia dini. Ia menyampaikan bahwa program ini telah memasuki tahun ketiga dengan peningkatan kualitas yang semakin konsisten.
“MilkLife dan Djarum Foundation memiliki komitmen jangka panjang untuk mendukung sepak bola putri Indonesia. MilkLife Soccer Challenge kini memasuki tahun ketiga dan secara kualitas terus menunjukkan perkembangan yang konsisten. Jenjang berikutnya adalah Hydroplus Soccer League. Dari hasil MilkLife Soccer Challenge maupun Hydroplus Soccer League, terlihat tren yang sangat positif,” ujar Teddy.
Menurutnya, peningkatan tersebut semakin terlihat pada seri Jakarta dan Solo musim 2025–2026, baik dari sisi kualitas permainan maupun jumlah peserta. Teddy juga menilai pengalaman bermain yang sarat semangat, fairplay, serta interaksi positif antar pemain menjadi nilai penting dalam setiap pertandingan.
“Di seri Jakarta dan Solo terjadi peningkatan kualitas yang signifikan, begitu pula dari jumlah peserta yang terus bertambah. Ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan sepak bola putri di Indonesia, dan kami sangat gembira melihat tren yang terus meningkat ini,” tambahnya.
Asisten Pelatih MilkLife Soccer Challenge Jakarta Seri 2 2025 - 2026, Rici Vauzi menilai bahwa dalam seleksi pemain MilkLife Soccer Challenge Jakarta Seri 2 2025–2026, fokus utama terletak pada teknik, insting permainan, dan mental juara para peserta. Keberhasilan SDN Cilangkap 01 B (KU-10) dan SDN Mampang 3 (KU-12) menjadi juara untuk pertama kalinya menegaskan bahwa persaingan semakin merata dan ekosistem sepak bola putri usia dini terus menunjukkan perkembangan positif. Rici menambahkan bahwa kehadiran juara baru menghadirkan semangat kompetitif bagi tim lain.
“Dalam setiap laga, perbedaan antara pemain yang menguasai permainan dan yang baru belajar menjadi sangat nyata, terlihat dari kecepatan membaca situasi, ketepatan dalam mengoper dan menggiring bola, kemampuan menahan tekanan lawan, serta mental dan keberanian mereka untuk mengambil risiko demi mendominasi permainan,” kata Rici.



















































