jabar.jpnn.com, BOGOR - Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyatakan dukungannya terhadap upaya pengajuan golok sebagai warisan budaya takbenda ke UNESCO.
Menurutnya, apabila golok disahkan, maka Indonesia akan memiliki satu lagi alat tradisional yang diakui secara internasional selain keris.
Hal tersebut disampaikan Dedie saat menghadiri pameran golok dalam rangkaian kegiatan munggahan pameran pusaka dan sarasehan budaya di Universitas Pakuan, Kota Bogor, Sabtu (14/2/2026).
“Karena ini menyangkut literasi kesejarahan yang kemudian bisa menjadi lebih dalam lagi untuk terus dilakukan penelitian,” ujar Dedie dalam sambutannya.
Menurutnya, proses panjang pengajuan golok ke UNESCO didukung oleh berbagai dokumentasi, literasi, penelitian, serta upaya pelestarian yang melibatkan perguruan tinggi, termasuk Universitas Pakuan.
Dia berharap pengakuan tersebut dapat menjadi kebanggaan bersama sekaligus memperkuat identitas budaya bangsa.
Dalam kesempatan itu, Dedie juga menyampaikan rencana Pemerintah Kota Bogor untuk mewujudkan Museum Pajajaran di Bumi Ageung Batutulis.
Museum tersebut dirancang sebagai pusat edutainment yang menggabungkan unsur pendidikan dan hiburan guna meningkatkan minat masyarakat terhadap sejarah dan budaya.
















































