bali.jpnn.com, DENPASAR - Aksi sigap tim gabungan berhasil menyelamatkan ratusan satwa sayap dari jalur perdagangan ilegal.
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali berkolaborasi dengan BBKHIT Bali, KP3, TNI Angkatan Laut, Polsek Karangasem, serta LSM Flight Protecting Indonesia’s Birds menggagalkan dua upaya penyelundupan burung tanpa dokumen resmi di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, dan Pelabuhan Padangbai, Karangasem.
Tim gabungan total mengamankan 1.424 burung tanpa dokumen yang hendak diselundupkan di luar pulau.
Operasi senyap ini bermula di Pelabuhan Gilimanuk, Kamis (14/5) malam sekitar pukul 18.24 WITA.
Mengantongi informasi akurat mengenai adanya pengiriman satwa ilegal yang menyusup di dalam bus antarprovinsi, petugas Resor KSDA Gilimanuk langsung bergerak cepat.
Bersama Balai Karantina dan KP3, mereka melakukan pengadangan dan pemeriksaan ketat di area pelabuhan hingga berhasil mengamankan komoditas ilegal tersebut.
Dalam penyergapan di dalam Bus Gunung Harta DK 7301 GH tujuan Surabaya tersebut, petugas menemukan tiga boks mencurigakan yang disembunyikan tanpa dokumen resmi.
Karena sang pemilik misterius tidak ada di dalam bus, petugas langsung menyita seluruh boks untuk menyelamatkan isinya.



















































