jateng.jpnn.com, JAKARTA - Pemain anyar Persija Jakarta Shayne Pattynama menegaskan dirinya sama sekali tidak ragu menerima pinangan Macan Kemayoran, meski belum pernah bermain di kompetisi Indonesia sebelumnya.
Persija resmi mendatangkan Shayne pada Jumat (23/1). Bek kiri berusia 27 tahun itu menjadi rekrutan terakhir Persija menjelang bergulirnya paruh kedua BRI Super League 2025/2026.
“Tidak ada keraguan. Ini memang klub baru, tetapi saya mengenal Indonesia dan orang-orangnya. Bagi saya ini bukan sesuatu yang benar-benar baru atau sulit untuk diadaptasi,” kata Shayne, Rabu (28/1).
Menurut pemain berdarah Indonesia tersebut, tantangan di klub baru merupakan hal yang wajar dalam perjalanan karier seorang pesepak bola profesional.
“Tentu ada pelatih baru, rekan setim baru, gaya bermain dan latihan yang berbeda. Namun, saya sekarang 27 tahun dan sudah punya pengalaman dalam karier saya, jadi saya tahu bagaimana cara menghadapinya. Itu bagian dari sepak bola,” ujarnya.
Keputusan sejumlah pemain diaspora untuk berkarier di Indonesia memang menuai kritik dari sebagian publik. Selain Shayne Pattynama, nama-nama seperti Jordi Amat, Eliano Reijnders, dan Thom Haye juga memilih memperkuat klub-klub di tanah air.
Menanggapi kritik tersebut, Shayne mengaku memahaminya. Namun, dia berharap publik bisa melihat perkembangan sepak bola Indonesia secara lebih objektif.
“Orang-orang selalu mengkritik, dan saya paham ada keinginan agar pemain bermain di liga-liga terbaik. Namun, kami juga perlu memahami bahwa sebagai sebuah negara, kita sedang mengembangkan sepak bola,” tuturnya.



















































