jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Pemerintah Kota Yogyakarta memastikan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2025 sebesar Rp 952 miliar dapat terealisasi sesuai rencana. Capaian ini mencerminkan tingkat kemandirian fiskal kota yang makin kuat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menekankan pentingnya pengelolaan anggaran yang disiplin dan berorientasi pada hasil.
Menurutnya, kondisi arus kas yang relatif aman saat ini harus dibarengi dengan kecepatan eksekusi program di lapangan.
"Dengan arus kas yang relatif aman, kami harus lebih gesit agar program-program yang menyentuh masyarakat bisa segera dirasakan manfaatnya," ujar Hasto pada Senin (5/1).
Ia menegaskan bahwa setiap rupiah dari anggaran harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Bappeda Kota Yogyakarta Agus Tri Haryono mengungkapkan bahwa struktur pendapatan daerah saat ini menunjukkan kemandirian yang makin meningkat.
Ia memperinci bahwa pajak daerah masih menjadi penyumbang terbesar PAD, yang kemudian disusul oleh lain-lain PAD yang sah, retribusi daerah, serta hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan.
Secara lebih spesifik, Kepala Sub Bagian Kerjasama Daerah Bagian Perekonomian dan Kerjasama Pemkot Yogyakarta Putut Purwandono menyebutkan bahwa sektor pajak daerah memegang peranan vital.



















































