jpnn.com, JAKARTA - Partai Gema Bangsa mendukung Prabowo Subianto kembali maju pada Pilpres 2029 yang dinyatakan dalam acara Deklarasi Nasional di JICC Jakarta, Sabtu (17/1) lalu.
Waketum Partai Gema Bangsa Joko Kanigoro menyatakan, keputusan ini bukanlah pilihan pragmatis apalagi sekadar menumpang pada kekuasaan.
Dia menyebutkan keputusan ini ialah pilihan politik yang sadar, keras dan penuh risiko, yaitu menempatkan Prabowo Subianto sebagai alat sejarah.
"Sebagai jalan transisi dan sebagai palu untuk menghantam struktur lama yang membuat Indonesia terus terjebak sebagai bangsa setengah merdeka," kata Joko dalam keterangannya, Senin (26/1).
Diungkapkan Joko, Indonesia hari ini belum benar-benar mandiri dan berdaulat, serta masih hidup dalam ekonomi yang dikendalikan oleh modal besar.
Dia mengatakan pemilu datang dan pergi, wajah kekuasaan berganti, tetapi struktur penindasan tetap berdiri kokoh dan demokrasi hanya menjadi panggung sirkulasi elite, bukan alat pembebasan rakyat.
Dalam konteks inilah, sambung Joko, Prabowo Subianto tidak boleh dibaca sebagai figur biasa.
Dia menyatakan meski Prabowo bukan tujuan akhir, tetapi merupakan adalah fase dan sarana transisi sejarah yang telah dibuktikan dengan segenap prestasi dalam menjalankan pemerintahannya hingga saat ini yang berpihak pada kepentingan rakyat dan membangkitkan kembali martabat bangsa dimata bangsa-bangsa lain.






















































