jatim.jpnn.com, SURABAYA - Sat Reskrim Polrestabes Surabaya terus menggali praktik perjokian untuk meloloskan calon mahasiswa ke perguruan tinggi negeri.
Terbaru, berdasarkan pengakuan salah satu tersangka, dia menerima sebanyak 150 permohonan yang mengincar fakultas kedokteran, sebagai pilihan utama pendaftaran. Praktik ilegel ini, ternyat telah dilakukan sejak 2017 atau 9 tahun silam.
Hal itu terungkap dalam video lanjutan yang diunggah Kapolrestabes Surabaya Kombespol Luthfie Sulistiawan, melalui akun resmi di Instagram, luthfie.daily, Rabu (6/5).
Kombespol Lutfhie sempat terkejut, ketika tersangka tersebut menerima sekitar 150 klien, yang rela merogoh kocek dalam demi lolos tahap UTBK.
“2026 hanya 4 atau 5 orang. Ada yang mau dikerjakan cuma 1 orang. Sisanya tidak jadi. Fakultas kedokteran semua,” ujar tersangka tersebut.
Di tempat yang sama Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Edy Herwiyanto hanya bisa geram terhadap aksi Joki UTBK.
“Tahun 2025 sudah ada ini bayarnya Rp112 juta. 2025 ini ada 10 orang. Kau ciptakan dokter dokter yang tidak punya kompetensi kemampuan,” ucapnya dalam video.
Pernyataan serupa disampaikan Tersangka Lain inisial N. Ia menjalani profesi ini sejak 2023.



















































