jatim.jpnn.com, SAMPANG - Sebanyak tujuh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Sampang menghentikan operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) karena keterbatasan modal akibat anggaran dari Badan Gizi Nasional (BGN) belum cair.
Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Sampang Sudarmanto mengatakan, informasi tersebut berdasarkan laporan tim Satgas di lapangan yang diterima pada Selasa (7/1).
"Jumlah SPPG yang berhenti beroperasi ini sesuai dengan laporan tim Satgas MBG di lapangan yang kami terima hari ini," kata Sudarmanto dalam keterangan pers di Sampang.
Dia menjelaskan sejak program MBG dicanangkan, terdapat 81 SPPG yang beroperasi di Kabupaten Sampang. Namun hingga 6 Januari 2026, jumlah SPPG aktif tersisa 74 unit.
Sudarmanto menuturkan tujuh SPPG itu berhenti beroperasi karena tidak memiliki modal cukup, akibat anggaran dari Badan Gizi Nasional (BGN) belum cair.
"Kami dari Satgas MBG Pemkab Sampang telah menyampaikan ke sekolah-sekolah yang menjadi sasaran distribusi MBG tujuh SPPG yang menyatakan berhenti, karena kekurangan dana," ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga telah melaporkan permasalahan tersebut kepada Kodim 0828 Sampang, Badan Gizi Nasional, serta Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
"Operasional dapur MBG di Sampang ini kan dijalankan dengan menggunakan dana mandiri pengelola. Keterbatasan modal tentu menjadi pemicu utama macetnya operasional tujuh SPPG ini," jelasnya.



















































