jpnn.com - Pengamat sosial ekonomi dan keagamaan Buya Anwar Abbas memberi pendapat pribadi tentang sapi kurban bantuan Presiden Prabowo Subianto yang jumlahnya mencapai 1.098 ekor yang dibeli dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).
Dalam keterangan tertulis yang diterima JPNN, Jumat (29/5/2026), Buya Anwar melihat program sapi kurban bantuan presiden (banpres) itu dari perspektif kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Sapi kurban dari Presiden RI Prabowo Subianto, Minggu (24/5/2026). Ilustrasi Foto: ANTARA/HO-Syuhelmi
"Pemerintah, kata Bung Hatta, memiliki kewajiban moral untuk melindungi rakyat, menyediakan kebutuhan hidup mereka, dan menciptakan keadilan sosial," kata Buya Anwar.
Oleh karena itu, lanjutnya, jika ada elemen masyarakat yang ikut membantu tugas-tugas pemerintah atau negara, maka sepatutnyalah pemerintah memfasilitasi, memberdayakan, dan membantu inisiatif tersebut agar kemakmuran dapat dicapai bersama secara merata.
Dia menyebut salah satu tugas pemerintah tersebut adalah melindungi dan menjaga kesehatan masyarakat. "Jangan ada warga yang tidak bisa memenuhi protein yang mereka butuhkan baik yang terkait dengan protein nabati maupun hewani," tuturnya.
Menurut data, tingkat konsumsi riil daging sapi nasional rata-rata hanya berkisar di angka 2,5 hingga 2,7 kg per kapita per tahun. Itupun sepertiganya mereka dapat secara gratis dalam momentum Iduladha atau Hari Raya Kurban.
Meskipun demikian, angka tersebut jelas masih jauh berada di bawah rata-rata global yang berada di kisaran 6 kg per kapita per tahun.





















































