jpnn.com - BANDUNG - Pelatih Manila Digger Joan Esteva mengakui timnya mendapat keuntungan kecil karena pertandingan play-off AFC Champions League Two (ACL 2) melawan Persib Bandung digelar tanpa penonton.
Laga di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (31/8) malam itu dijadwalkan berlangsung tanpa kehadiran suporter akibat sanksi dari AFC.
Kondisi itu membuat Manila Digger tidak perlu menghadapi tekanan atmosfer dari ribuan pendukung Persib. Meski demikian, Joan Estevan justru mengaku kecewa karena timnya tidak bisa merasakan langsung atmosfer suporter Persib Bandung.
"Sejujurnya, kami semua ingin bermain di depan pendukung Persib, dan tentu saja pendukung kami, serta semua orang yang mencintai sepak bola dan suka menonton sepak bola," kata Joan Esteva di Bandung.
Menurut dia, dukungan Bobotoh sebenarnya bisa membuat Persib tampil lebih kuat ketika bermain di hadapan pendukungnya sendiri. Karena itu, kondisi tanpa penonton dinilai hanya memberikan keuntungan yang sangat kecil bagi Manila Digger.
"Namun sayangnya, keadaannya tidak seperti itu dan kami harus memainkan pertandingan dalam kondisi yang berbeda. Ini adalah keuntungan yang sangat kecil bagi kami, karena tentu saja Persib dengan dukungan penggemar, mereka pasti akan lebih kuat," ujarnya.
Meski begitu, pelatih asal Spanyol itu memilih tidak mempermasalahkan kondisi tersebut. Dia memastikan Manila Digger akan tetap berusaha memanfaatkan situasi yang ada untuk meraih hasil terbaik.
“Akan tetapi, oke situasinya seperti ini dan kami akan menghadapi pertandingan dengan kondisi ini dan kami akan mencoba mengambil keuntungan dari hal tersebut," tuturnya.






















































