jpnn.com - Ajang DBL Camp 2026 kembali digelar di ibu kota dengan nuansa berbeda. Tahun ini, kegiatan berlangsung di lokasi baru yang berada di kawasan Jakarta Timur.
Founder DBL Indonesia Azrul Ananda menyebut para peserta mendapatkan pengalaman baru melalui serangkaian tes pengukuran fisik yang lebih modern.
Beragam perangkat digunakan dalam pengujian tersebut, mulai dari pengukur kekuatan otot hamstring (nordbord), mengetahui kekuatan otot kaki (force frame), mengukur tinggi lompatan serta tenaga saat mendarat (power landing) dan masa layang (force decks).
"Kehadiran alat-alat ukur baru ini melengkapi metode pengukuran DBL Camp yang selama ini hanya fokus pada tinggi lompatan dan kecepatan."
“Data-data dari pengukuran itu akan menjadi acuan untuk melihat sejauh mana kekuatan fisik pemain, kebutuhan metode latihan berdasarkan data yang dihasilkan, potensi cedera, hingga efektivitas gerakan,” ujar Azrul.
Pelatih DBL Camp 2026 asal Australia, Keegan Crawford menilai metode yang digunakan cukup baik untuk mengembangkan ketangkasan individu.
"Saya rasa DBL Indonesia terus mengikuti perkembangan apa yang terjadi di dunia internasional."
"Hal itu baik untuk para peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia ini,” ujar Keegan.





















































