jpnn.com, JAKARTA - Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigadir Jenderal Donny Pramono mengingatkan bahwa produk informasi memiliki tanggung jawab moral tidak menghasilkan kebencian terhadap institusi negara.
Hal demikian dikatakan dia menyikapi heboh pelarangan nonton bareng film Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita.
"Setiap produk informasi juga memiliki tanggung jawab moral, agar tidak membangun stigma kebencian atau pun distorsi terhadap institusi negara," kata Donny ditemui di Jakarta, Jumat (29/5).
Dia mengatakan pendanaan film Pesta Babi yang belakangan menuai sorotan perlu dibeberkan secara transparan.
Sebab, kata Donny, publik berhak mengetahui sumber dana dari sebuah produksi besar seperti film dokumenter Pesta Babi.
"Publik tentu berhak mengetahui bagaimana sebuah produksi besar dapat dilakukan hingga di wilayah terpencil dan dikategorikan daerah rawan konflik," ungkapnya.
Dia mengatakan transparansi penting untuk menjaga objektivitas dalam setiap karya, sehingga tak memunculkan prasangka.
"Ini bukan tuduhan, tetapi bagian dari keterbukaan publik. Kami tidak antikritik, tetapi kritik juga dibangun di atas data keseimbangan dan fakta lapangan," kata Donny.






















































