Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto saat jumpa pers dengan wartawan di Polda Metro Jaya pada Senin (24/8/2026). Foto: ANTARA
KabarJakarta.com – Polda Metro Jaya memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di DKI Jakarta tetap aman dan kondusif. Hal itu terlihat dari aktivitas masyarakat yang masih berjalan normal, mulai dari kegiatan sehari-hari hingga berbagai agenda yang berlangsung di sejumlah wilayah.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan masyarakat tidak perlu khawatir dan tetap menjalankan aktivitas seperti biasa.
“Kami sampaikan kepada seluruh warga masyarakat agar tetap tenang, bahwa situasi dan kondisi DKI Jakarta dalam kondisi aman dan kondusif,” kata Budi di Jakarta, Senin (24/8).
Menurut dia, kondisi tersebut dapat dilihat dari berbagai aktivitas rutin masyarakat yang tetap berjalan. Polda Metro Jaya bersama jajaran polres juga terus melakukan pengamanan terhadap kegiatan masyarakat di sejumlah lokasi.
Pada Senin, terdapat 71 kegiatan penyampaian aspirasi yang berlangsung di beberapa titik. Kegiatan tersebut antara lain digelar di kawasan DPR RI, sejumlah kementerian, serta Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Budi menjelaskan, jumlah kegiatan masyarakat yang membutuhkan pelayanan kepolisian memang cukup banyak. Dalam sehari, Polda Metro Jaya dapat menerima sekitar 40 hingga 80 pemberitahuan terkait kegiatan penyampaian aspirasi.
Selain aksi unjuk rasa, polisi juga memberikan pengamanan terhadap 16 kegiatan masyarakat lainnya. Kegiatan itu mencakup konser musik, Jambore Nasional, serta berbagai agenda masyarakat lainnya.
“Ada 16 kegiatan masyarakat lainnya, seperti konser musik, kegiatan-kegiatan Jambore Nasional, kegiatan masyarakat lainnya. Kami melakukan pengamanan dan pelayanan oleh Polda Metro Jaya dan Polres jajaran,” ujarnya.
Sementara itu, Polda Metro Jaya telah menerima pemberitahuan mengenai rencana aksi penyampaian aspirasi pada Kamis (27/8). Dua kelompok dijadwalkan menggelar aksi di kawasan DPR RI dengan jumlah peserta masing-masing sekitar 100 hingga 200 orang.
Kedua kelompok tersebut adalah DPP Brigade Merah Putih Indonesia dan Aliansi Tiga Pilar Demokrasi Bogor Raya. Aksi tersebut berkaitan dengan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset.
Budi mengungkapkan kepolisian masih menunggu informasi tambahan mengenai rencana aksi tersebut. Polda Metro Jaya juga akan melakukan rapat koordinasi untuk memastikan kegiatan penyampaian aspirasi dapat berlangsung secara tertib, aman, dan damai.
Pengamanan nantinya akan disesuaikan dengan karakteristik wilayah serta perkembangan situasi di lapangan. Termasuk dalam hal pengaturan lalu lintas apabila terjadi peningkatan jumlah massa.
“Untuk rekayasa lalu lintas sifatnya situasional, dan apabila nanti eskalasi jumlah massa yang datang dilihat banyak, akan ada rekayasa lalu lintas,” jelasnya.
Menurut Budi, kepolisian berupaya menjaga keseimbangan antara hak masyarakat menyampaikan aspirasi dan kepentingan warga lain yang tetap menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Kami prioritaskan kepentingan masyarakat secara keseluruhan. Ada 2 masyarakat yang akan menyampaikan aspirasi ataupun masyarakat yang melaksanakan kegiatan rutin,” katanya.
Polda Metro Jaya mengimbau seluruh masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang dapat menimbulkan keresahan. Kepolisian memastikan pengamanan akan dilakukan dengan mempertimbangkan kepentingan masyarakat secara luas.

5 hours ago
28

















































