jatim.jpnn.com, SURABAYA - Di usia 15 tahun, Aysyilla Naila Sari justru bersiap menunaikan ibadah haji, saat remaja lain seusianya masih disibukkan urusan sekolah dan media sosial.
Gadis asal Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang itu tercatat sebagai calon jemaah haji termuda di Kloter 16 Embarkasi Surabaya tahun ini.
Perjalanan Aysyilla menuju Tanah Suci ternyata sudah dimulai sejak ia masih bayi. Ia didaftarkan haji oleh orang tuanya sejak 2012, saat usianya baru satu tahun.
“Kalau dulu awalnya saya itu didaftarkannya itu umur satu tahun,” ujar Aysyilla di Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Sabtu (25/4).
Namun, dia mengaku baru benar-benar memahami rencana tersebut setahun lalu, saat berusia 14 tahun. Saat itu, dia sempat oh diliputi keraguan terkait aturan batas usia minimal jemaah haji.
Sebelumnya, batas usia minimal haji mengacu pada Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 yakni 18 tahun atau sudah menikah. Namun aturan terbaru melalui Peraturan Menteri Haji dan Umrah Nomor 3 Tahun 2025 menurunkan batas usia menjadi 13 tahun.
“Waktu itu sempat dengar enggak boleh berangkat, tetapi ternyata boleh. Senang dan bangga bisa berangkat di usia muda,” katanya.
Di tengah persiapan keberangkatan, Aysyilla juga tetap menjalani ujian kelulusan sekolah. Siswi kelas IX MTsN 1 Kota Malang itu mengerjakan ujian secara daring di sela ibadah.
















































