jpnn.com, JAKARTA - Hasil survei nasional oleh Indikator Politik Indonesia pada 15–21 Januari 2026 menampilkan persepsi masyarakat yang kuat terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto.
Tingkat kepuasan publik mencapai 79,9 persen, terdiri atas 13,0 persen responden yang menyatakan sangat puas dan 66,9 persen cukup puas.
Sementara itu, 17,1 persen menyatakan kurang puas, 2,2 persen tidak puas sama sekali, dan 0,8 persen tidak menjawab.
Hal tersebut menunjukkan evaluasi publik terhadap Pemerintahan Parabowo lebih dari satu tahun pemerintahan berjalan efektif.
Hasil survei tersebut bukan semata cerminan popularitas personal, melainkan indikator penerimaan terhadap arah kebijakan yang ditempuh pemerintah.
"Melalui realisasi program kerja yang berasarkan pada visi Asta Cita, pemerintah menegaskan arah pembangunan yang berkelanjutan. Melanjutkan yang baik, memperbaiki yang belum baik, dan memastikan hasil pembangunan dapat dirasakan langsung oleh rakyat," kata Ketua Umum Prabowonomic Tommi Nicson.
Data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa, pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2025 tercatat stabil di kisaran 5 persen, sementara tingkat inflasi turun ke 2 persen, yang menjadi salah satu yang terendah di antara negara-negara G20.
Defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pun tetap terkendali di bawah 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).




















































