jpnn.com, JAKARTA - Indonesia tengah berpacu dengan waktu menuju puncak Bonus Demografi 2030-2040. Mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, dibutuhkan akselerasi jumlah wirausaha hingga mencapai rasio ideal 12%.
Menjawab tantangan tersebut, Redea Institute melalui program Virtual Company Indonesia (VCI) sukses menggelar babak final Business Plan Competition bagi siswa SMA dan SMK, Rabu (11/2).
Program tahunan yang dilaksanakan di Sekolah HighScope Indonesia (SHI) TB Simatupang itu bertujuan memupuk kemandirian ekonomi sejak dini.
"Tantangan pendidikan saat ini ialah minimnya implementasi. Melalui VCI, siswa tidak hanya belajar teori di buku teks, tetapi terjun langsung dalam dinamika pengambilan keputusan bisnis di tengah ketidakpastian," kata Founder & CEO Redea Institute, Antarina S.F. Amir, Kamis (12/2).
Kompetisi tahun ini melibatkan sinergi antara sekolah swasta dan negeri, termasuk SMKN 18, SMKN 20, SMKN 43, SMKN 51 Jakarta, serta cabang SMA HighScope Indonesia dari Bali hingga Jakarta.
"Melalui VCI, Anda tidak sekadar menyerap teori, melainkan terjun langsung dalam dinamika bisnis. Anda telah melangkah melampaui batasan buku teks," ujarnya.
Dukungan serupa datang dari Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana. Dia menyebut ajang ini selaras dengan strategi transformasi pendidikan yang dicanangkan Gubernur Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno.
"Siswa yang aktif dalam kompetisi bisnis memiliki peluang tiga kali lebih besar untuk sukses membangun usaha. Kami berkomitmen penuh pada transformasi vokasi melalui kolaborasi industri," ujar Nahdiana.




















































