jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Pertandingan pekan ke-14 Pegadaian Championship 2025/2026 yang digelar di Stadion Sriwedari, Senin malam (5/1), menyuguhkan drama tensi tinggi. Kendal Tornado FC sukses mengamankan tiga poin setelah menumbangkan PSS Sleman dengan skor tipis 2-1.
Namun, kemenangan ini dibayangi oleh protes keras dari kubu Laskar Sembada yang merasa dirugikan oleh keputusan pengadil lapangan.
Pelatih PSS Sleman Ansyari Lubis tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya. Meski mengakui kualitas permainan Kendal, ia melontarkan kritik pedas terhadap standar wasit yang memimpin pertandingan.
"Kendal punya kualitas bagus, tetapi hari ini dipimpin oleh wasit yang tidak bagus. Kami tidak masalah dengan kartu merah, itu risiko. Namun, kenapa keputusan wasit sangat merugikan kami? Ada pemain mereka (Kendal) yang melakukan pelanggaran serupa, tetapi tidak diberi kartu kuning kedua, sementara pemain kami langsung dikasih," ujar Ansyari saat konferensi pers seusai laga.
Ia juga mempertanyakan transparansi keputusan Video Assistant Referee (VAR) terkait gol kedua yang dianulir.
"Pemain bilang itu bukan handball. Capek kami melatih kalau dirusak seperti ini. Saya harap LIB koreksi diri, jangan hanya pemain dan pelatih yang dihukum, tetapi wasit juga harus ada punishment," tambahnya.
Senada dengan sang pelatih, bek PSS Kevin Gomes merasa kecewa, tetapi tetap mengapresiasi kerja keras rekan-rekannya.
"Jujur, kecewa sama wasit. Kami sudah berjuang sampai detik akhir untuk menyamakan kedudukan, tetapi gol dianulir. Kami tim besar, kami harus fokus untuk bangkit lagi," tegas Kevin.



















































