jpnn.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa sentimen negatif yang beredar bisa memperburuk persepsi terhadap rupiah.
Meski kondisi fundamental ekonomi tidak mengalami perubahan, tetapi sentimen negatif sangat berpengaruh.
Lebih lanjut, Bendahara Negara pun menekankan pentingnya pengelolaan ekspektasi publik dan pelaku pasar.
“Yang jelas adalah fondasi ekonomi makin cepat (tumbuh, red) karena serius memperbaiki kendala-kendala di perekonomian. Ini kan juga terjadi 'noise' yang seolah menggambarkan ekonomi RI sedang menuju keterpurukan dalam beberapa bulan ke depan,” jelas Purbaya dalam taklimat media di Jakarta, Jumat (24/4).
Purbaya menjelaskan saat ini perekonomian di dalam negeri masih kuat dibandingkan negara lain di Asia Tenggara.
"Tetapi untuk saya sih ini (pelemahan rupiah) bukan tanda pemburukan atau dipicu oleh memburuknya ekonomi domestik. Dibanding negara lain, kami masih kuat. Bahkan dibanding Malaysia, Thailand dan lain-lain masih kuat,” ujarnya.
Purbaya menjelaskan dinamika pelemahan rupiah lebih banyak dipengaruhi oleh faktor global serta ekspektasi pasar.
Purbaya mengaku Kementerian Keuangan akan terus berupaya meredam gangguan atau 'noise' yang memicu persepsi negatif terhadap ekonomi Indonesia.












.jpeg)







































