jpnn.com, JAKARTA - Volvo kembali diuji di tengah percepatan elektrifikasi global. Pabrikan asal Swedia itu terpaksa melakukan penarikan kembali (recall) terhadap mobil listrik EX30 secara global.
Recall EX20 menyusul temuan potensi risiko keselamatan pada baterai bertegangan tinggi.
Isu tersebut mencuat setelah diketahui sebagian unit EX30 menggunakan sel baterai yang dikaitkan dengan pemasok asal China, Sunwoda Electronic.
Volvo mengonfirmasi sebanyak 10.440 unit EX30 di Inggris terdampak.
Secara global, totalnya mencapai sekitar 33.777 unit yang menggunakan sel baterai tersebut.
Meski demikian, Volvo menyebut hanya sekitar 0,02 persen unit yang dilaporkan mengalami panas berlebih—angka yang dinilai kecil, tetapi cukup untuk memicu kewaspadaan.
Sorotan publik meningkat setelah sebuah Volvo EX30 terbakar di diler Maceió, Brasil, pada November 2025.
Insiden itu menghanguskan kendaraan sepenuhnya dan memerlukan 11 petugas pemadam serta empat unit mobil pemadam kebakaran untuk menjinakkan api.






















































