Rupiah Masih Bertengger di Rp 17 Ribu Per USD, Ini Faktornya

1 week ago 17

Rupiah Masih Bertengger di Rp 17 Ribu Per USD, Ini Faktornya

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah masih dibayangi eskalasi perang AS dengan Iran. Ilustrasi - rupiah dan dolar. Foto: JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah masih dibayangi eskalasi perang AS dengan Iran.

Nilai tukar rupiah pada Selasa pagi melemah 29 poin atau 0,17 persen menjadi Rp 17.064 per USD dari penutupan sebelumnya di level Rp 17.035 per USD.

“Rupiah diperkirakan melemah terhadap USD karena kekhawatiran eskalasi perang Timteng (Timur tengah) setelah Trump (Presiden AS Donald Trump) kembali mengulangi bahwa AS akan mengebom pembangkit listrik dan jembatan Iran pada hari Selasa (7/4),” ucapnya kepada ANTARA di Jakarta, Selasa.

Mengutip Sputnik, Trump memperingatkan Tehran bahwa militer AS dapat menghancurkan Iran sepenuhnya dalam "satu malam", dan itu mungkin terjadi paling cepat pada 7 April.

Pada 30 Maret, Trump mengatakan Washington akan "meledakkan dan melenyapkan sepenuhnya" semua pembangkit listrik, sumur minyak, Pulau Kharg, dan pabrik desalinasi Iran jika kesepakatan damai tidak tercapai dan Selat Hormuz tidak dibuka kembali.

Selanjutnya pada Minggu (5/4), Trump mengancam akan menjalankan operasi tersebut pada 7 April, kecuali Iran membuka kembali jalur perairan strategis tersebut.

Presiden AS itu menambahkan bahwa saat ini adalah periode kritis dan tindakan AS di masa depan akan bergantung pada respons Iran.

Adapun Iran, sebagaimana dilaporkan Anadolu, menolak gagasan gencatan senjata dengan Amerika Serikat karena khawatir jeda pertempuran dapat memungkinkan musuh-musuhnya untuk kembali berkumpul dan melanjutkan serangan.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah masih dibayangi eskalasi perang AS dengan Iran.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |