jpnn.com, JAKARTA - Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) menertibkan sekaligus menguasai kembali lahan perkebunan kelapa sawit seluas 4,09 juta hektare yang berada di dalam kawasan hutan.
Penertiban jutaan lahan kelapa sawit itu dilakukan Satgas PKH itu dilakukan sepanjang satu tahun menjalankan tugas setelah dibentuk oleh Presiden Prabowo Subianto.
Hal tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi saat Konferensi Pers Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (PKH), di Kantor Presiden, pada Selasa (20/1).
“Dari luasan tersebut, sebesar 900 ribu hektare dikembalikan sebagai hutan konservasi dalam rangka keanekaragaman hayati dunia,” ucap Prasetyo.
Langkah itu disebut dilakukan sebagai bagian dari komitmen pemerintah menjaga kelestarian lingkungan serta mendukung keanekaragaman hayati dunia.
“Termasuk di dalamnya seluas 81.793 hektare berada di Taman Nasional Teso Nilo di Provinsi Riau,” kata dia.
Penguasaan kembali kawasan hutan tersebut dinilai menjadi langkah strategis pemerintah dalam menegakkan aturan hingga memulihkan fungsi ekologis hutan.
Selain itu, pemerintah disebut ingin memperkuat perlindungan kawasan konservasi dari aktivitas ilegal.






















































