jpnn.com - Kementerian Energi dan Sumber Dan Mineral (ESDM) mengumumkan data gempa vulkanik dangkal Gunung Awu, di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara naik menjadi 41 kali per hari pada periode pengamatan tanggal 16-22 Mei 2026.
Informasi itu disampaikan Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria dalam evaluasi aktivitas Gunung Awu yang diterima di Manado, Kamis (28/5/2026).
"Kondisi gempa vulkanik dangkal saat ini mengalami peningkatan dibanding periode sebelumnya dengan rata-rata kejadian meningkat dari 29 kejadian per hari menjadi 41 kejadian per hari," kata dia.
Pada periode itu, terekam sebanyak 291 kali gempa vulkanik dangkal (VB), 19 kali gempa vulkanik dalam (VA), satu kali gempa terasa dengan skala I MMI, dan 191 kali gempa tektonik jauh (TJ).
Berdasarkan evaluasi, pengamatan visual kawah Gunung Awu tidak mengalami perubahan yang signifikan sejak awal bulan Juli 2024.
Pada periode tersebut, embusan asap kawah tidak teramati dari Pos PGA Awu, di mana hal ini menunjukkan aktivitas embusan asap masih berkisar di dalam kawah dan tidak menunjukkan peningkatan dibandingkan periode sebelumnya.
Walaupun demikian, gempa vulkanik dangkal pada periode ini mengalami peningkatan cukup signifikan.
Rentetan gempa vulkanik dangkal dan vulkanik dalam (Spasmodic Burst) kembali terekam terutama pada tanggal 19 Mei 2026.






















































