jogja.jpnn.com, SLEMAN - Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) memastikan kebutuhan hewan kurban untuk Iduladha 2026 akan tetap aman meski saat ini tercatat masih ada kekurangan stok sapi sebanyak 5.381 ekor.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala DP3 Sleman Rofiq Andriyanto mengungkapkan bahwa fenomena kekurangan stok hewan kurban merupakan hal yang rutin terjadi setiap tahun di wilayahnya.
Meski demikian, ia optimistis kekurangan tersebut akan terpenuhi sepenuhnya pada rentang waktu H-3 hingga H-1 Iduladha.
"Untuk mencukupi kebutuhan, kami mengandalkan pemasukan ternak melalui kelompok-kelompok ternak pasar kurban, pelaku usaha ternak, serta pembelian langsung dari luar daerah," ujar Rofiq di Sleman, Minggu (25/5/2026).
Guna menjamin keamanan dan kualitas hewan kurban, DP3 Sleman telah mengaktifkan tim pengawasan rutin. Saat ini, terdapat sekitar 549 kandang kelompok ternak binaan yang menjadi sasaran pemantauan utama.
Proses pengawasan dilakukan secara terpadu melalui kunjungan rutin oleh petugas dari Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) dan Penyuluh Pertanian dari UPT Balai Penyuluhan Pertanian Pangan dan Perikanan setempat.
Rofiq menambahkan bahwa kewaspadaan tinggi tetap diterapkan terhadap potensi penyakit seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta antraks.
Menurut dia, pengendalian PMK dilakukan dengan menggenjot vaksinasi PMK agar seluruh ternak di Sleman dipastikan sehat dan bebas virus.



.jpeg)















































