jatim.jpnn.com, TULUNGAGUNG - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Mutiara Rawa Selatan di Desa Moyoketen, Kabupaten Tulungagung diminta menghentikan sementara penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyusul keluhan diare yang dialami ratusan pelajar SMK Negeri 3 Boyolangu.
Sekretaris Satgas MBG Tulungagung Sony Welly Ahmadi mengatakan, penghentian sementara dilakukan sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan MBG yang diduga menjadi penyebab gangguan kesehatan tersebut.
“Kami menerima laporan ada 123 pelajar mengalami diare diduga setelah mengonsumsi menu MBG pada Senin (19/1). Hari ini kami melakukan peninjauan langsung ke sekolah dan SPPG,” kata Sony, Selasa (20/1).
Peninjauan lapangan tersebut melibatkan Dinas Kesehatan Tulungagung, Badan Gizi Nasional (BGN), serta Bappeda Tulungagung. Tim melakukan evaluasi penerapan standar operasional prosedur (SOP) dan higienitas dapur SPPG sekaligus pengambilan sampel makanan untuk diuji di laboratorium.
Sony menjelaskan menu MBG yang dikonsumsi pelajar pada Senin (19/1) terdiri atas nasi putih, ayam bakar, tahu kuning, sambal kecap, selada, dan buah semangka.
Sementara menu MBG untuk Selasa belum sempat dibagikan karena langsung ditarik setelah muncul laporan gangguan kesehatan.
“Dugaannya berasal dari menu yang dikonsumsi kemarin, karena makanan untuk hari ini belum dibagikan,” ujarnya.
Selain 123 pelajar yang melaporkan diare, Satgas MBG juga menerima informasi sekitar 70 pelajar tidak masuk sekolah dengan alasan sakit.



















































