jatim.jpnn.com, SURABAYA - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menekankan pentingnya transparansi data kemiskinan agar bantuan sosial tepat sasaran.
Hal tersebut disampaikan Eri saat mengunjungi Kampung RW 9 Lemah Putro, Kelurahan Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Surabaya, Minggu (22/2).
Menurut dia, penetapan warga miskin mulai desil 1 hingga desil 5 harus dilakukan secara objektif berdasarkan sejumlah indikator, seperti kondisi fisik bangunan dan tingkat pendapatan.
“Data keluarga miskin harus direkap, mana yang dicover pemerintah kota atau dibantu melalui swadaya mandiri RW,” kata Eri.
Mantan Kepala Bappeko Surabaya itu menjelaskan langkah tersebut bertujuan agar bantuan tidak menumpuk pada satu keluarga dan dapat dibagikan secara merata setiap bulan.
Karena itu, dia meminta seluruh warga menghadiri rapat verifikasi untuk memastikan validitas data penerima bantuan sosial.
“Pemerintah kota transparan. Anggaran kami terbatas menjadi ada skala prioritas. Misalnya, untuk bantuan pendidikan, kami fokuskan dua anak per keluarga agar keluarga lain juga bisa mendapatkan bagian secara merata,” ujarnya.
Eri juga mengingatkan warga usia produktif yang masih mampu bekerja agar tidak bergantung pada bantuan sosial.

















































