jateng.jpnn.com, SEMARANG - Sejumlah wahana permainan Pasar Dugderan mulai didirikan di Jalan Ki Narto Sabdo, Kota Semarang, Jawa Tengah.
Namun, tradisi menyemarakkan penyambutan bulan Ramadan itu menuai sorotan setelah muncul dugaan kerusakan badan jalan akibat proses pemasangan fasilitas permainan tersebut.
Jalan beton Ki Narto Sabdo disebut dilubangi untuk pemasangan wahana permainan, sehingga memicu reaksi di media sosial dan menjadi perbincangan warganet di media sosial.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang Indriyasari menyebut bahwa sejak awal telah memberikan rekomendasi agar penyelenggaraan Pasar Dugderan tidak merusak fasilitas umum.
“Pasar Dugderan itu ada yang berupa dagangan, ada wahana permainan, dan semua sudah kami siapkan. Dalam rekomendasi kami sudah disebutkan tidak boleh merusak fasilitas umum,” ujar Iin, sapaan karibnya kepada JPNN.com, Jumat (6/2).
Dia menjelaskan pengawasan teknis kegiatan di lapangan berada di bawah kewenangan Dinas Perdagangan. Disbudpar tidak menjadi leading sector dalam pelaksanaan Pasar Dugderan.
“Kalau di lapangan ada dinas yang mengawasi, yaitu Dinas Perdagangan. Untuk Pasar Dugderan sendiri, kami tidak ikut di dalamnya. Leading-nya di Dinas Perdagangan,” katanya.
Meski demikian, Iin menilai persoalan yang sudah menjadi perhatian masyarakat tidak akan diabaikan. Dia meyakini akan ada langkah tindak lanjut dari instansi terkait.

















































