jatim.jpnn.com, SURABAYA - Beredar sebuah video di sosial media yang dinarasikan seorang penjaga kursi pijat di Stasiun Gubeng Surabaya dituduh hilangkan gelang customer perempuan.
Dalam video itu tampak seorang laki-laki yang mengenakan kemeja kotak-kotak diduga menangis di balik kursi pijat setelah mendapat tuduhan tersebut.
Menggapi insiden itu, leader kursi pijat Eca membenarkan adanya tuduhan yang dilontarkan konsumen oleh salah satu penjaga berinisial AL (17). Peristiwa itu terjadi pada Senin (2/3).
Namun, Eca membantah bahwa AL telah mengambil gelang milik customer tersebut. Hal itu dibuktikan dengan rekaman CCTV yang menunjukan tidak ada gelang yang hilang saat konsumen menikmati kursi pijat.
"Kami sudah buka CCTV, saat dicek customer tersebut hanya memakai satu gelang di tangan kirinya," kata Eca ditemui di Stasiun Gubeng Surabaya, Rabu (4/3).
Eca menjelaskan kejadian itu bermula saat konsumen hendak memakai jasa layanan kursi pijat yang tersedia di Stasiun Gubeng Baru, Senin (2/3) siang.
Saat itu, dia dilayani oleh AL sesuai dengan standart operating prosedur (SOP) yang telah diterapkan, seperti melepas jam tangan jika menggunakan hingga melepas gelang perhiasan. Namun, jika konsumen tidak berkenan juga tidak dipaksa.
"Setelah menikmati kursi pijat. Customer tersebut justru mengeluhkan gelang yang dipakai hilang satu," lanjut Eca.


















































