jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah meninjau pembangunan perumahan di Kampung Lampion, Kotabaru, Kota Yogyakarta pada Jumat (29/5).
Dalam kunjungan kerjanya tersebut ia didampingi Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo dan Wakil Wali Kota Wawan Harmawan beserta jajarannya.
Fahri Hamzah mengatakan bahwa keterbatasan lahan menjadi problem penyediaan hunian bagi warga di wilayah perkotaan.
Ditambah lagi harga tanah di perkotaan kian meningkat signifikan.
"Saya sudah menghitung, harga rumah itu bisa lebih murah karena dalam struktur biaya rumah itu yang paling mahal adalah tanahnya, apalagi di Yogyakarta, " kata Fahri.
Harga tanah yang terus meroket ini dianggap bikin pembangunan perumahan di wilayah perkotaan jadi tidak relevan dengan struktur biaya yang disepakati pemerintah.
Guna menyiasati hal tersebut, pemerintah diminta melakukan inovasi dalam penataan dengan konsep land value capture.
"Jadi, pemerintah daerah memilih lokasinya. Lalu sebagian dibikin bertingkat. Di bawah ditambah ruang publik sehingga kegiatan kemasyarakatan dilakukan di bawah," ujarnya.



















































