jpnn.com, JAKARTA - Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto mengapresiasi stabilitas pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Menurut Bima, capaian tersebut perlu dijaga secara konsisten sehingga dapat berkontribusi terhadap tercapainya target pertumbuhan ekonomi nasional.
Selain itu, prestasi tersebut juga menjadi salah satu kunci bagi Indonesia untuk terhindar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle-income trap).
"Nah, sekali lagi kami apresiasi tadi Kepulauan Riau pertumbuhan ekonomi baik, angka-angka ekonominya baik dan harus terus bertahan untuk bisa menyumbang dari pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Wamendagri Bima Arya.
Pernyataan tersebut disampaikannya dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Kepri Tahun 2027 secara daring dari Jakarta, Senin (6/4/2026).
Bima menjelaskan, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengklasifikasikan kapasitas fiskal daerah menjadi tiga kategori, yakni kuat, sedang, dan lemah.
Dalam konteks tersebut, Bima merinci Provinsi Kepri masuk dalam kategori daerah dengan kapasitas fiskal kuat melalui kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang mencapai 54,52 persen.
Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan dana transfer pusat ke daerah yang berada pada angka 45,44 persen.




















































