Wamendagri Bima Arya Apresiasi Stabilitas Pertumbuhan Ekonomi Kepri

1 week ago 17

Wamendagri Bima Arya Apresiasi Stabilitas Pertumbuhan Ekonomi Kepri

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto saat hadir dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Kepri Tahun 2027 secara daring dari Jakarta, Senin (6/4/2026).Foto: Dokumentasi Puspen Kemendagri

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto mengapresiasi stabilitas pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Menurut Bima, capaian tersebut perlu dijaga secara konsisten sehingga dapat berkontribusi terhadap tercapainya target pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain itu, prestasi tersebut juga menjadi salah satu kunci bagi Indonesia untuk terhindar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle-income trap).

"Nah, sekali lagi kami apresiasi tadi Kepulauan Riau pertumbuhan ekonomi baik, angka-angka ekonominya baik dan harus terus bertahan untuk bisa menyumbang dari pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Wamendagri Bima Arya.

Pernyataan tersebut disampaikannya dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Kepri Tahun 2027 secara daring dari Jakarta, Senin (6/4/2026).

Bima menjelaskan, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengklasifikasikan kapasitas fiskal daerah menjadi tiga kategori, yakni kuat, sedang, dan lemah.

Dalam konteks tersebut, Bima merinci  Provinsi Kepri masuk dalam kategori daerah dengan kapasitas fiskal kuat melalui kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang mencapai 54,52 persen.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan dana transfer pusat ke daerah yang berada pada angka 45,44 persen.

Ini yang disampaikan Wamendagri Bima Arya dalam Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Kepri Tahun 2027 secara daring dari Jakarta

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |