bali.jpnn.com, DENPASAR - Cuaca ekstrem masih melanda Bali.
Berdasar prakiraan BBMKG Wilayah III Denpasar, potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah di Bali terjadi pada periode 11 – 17 Februari 2025.
BMKG memperkirakan hujan dengan intensitas sedang lebat disertai petir dan angin kencang berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Badung, Denpasar, Tabanan, Jembrana, Bangli, Gianyar, Karangasem, Klungkung, dan Buleleng.
Wilayah-wilayah tersebut berpotensi terdampak bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang dan longsor, tergantung tingkat kerawanan masing-masing wilayah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali sendiri mencatat sepanjang Januari 2026 terjadi 495 bencana, naik 128 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Pada Januari 2025, jumlah bencana di Bali hanya sebanyak 217 kejadian.
Hal ini menunjukkan dampak cuaca dan kondisi lingkungan memengaruhi peningkatan kejadian tahun ini.
“Secara umum, tren ini menunjukkan peningkatan intensitas kejadian pada Januari 2026, khususnya yang dipicu oleh faktor cuaca ekstrem,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Bali I Gede Agung Teja Bhusana dilansir dari Antara.

















































