jatim.jpnn.com, SURABAYA - Pelatih PSM Makassar Tomas Trucha mengakui timnya kembali gagal memaksimalkan peluang setelah takluk 0-1 dari Persebaya Surabaya pada pekan ke-23 BRI Super League di Stadion Gelora Bung Tomo, Rabu (25/2).
“Kami selalu kalah tipis 1-0 atau 2-1. Ini sangat menyakitkan, tetapi kami harus terus melangkah karena selalu ada pertandingan berikutnya,” kata Tomas seusai laga.
Dia menilai pada babak pertama anak asuhnya tampil di bawah standar. Energi, pergerakan, dan determinasi untuk menekan lawan dinilai kurang maksimal, padahal secara taktis, PSM sudah memahami pola permainan tuan rumah dan komposisi pemain yang diturunkan.
“Satu gol yang menentukan. Selamat untuk coach Tavares dan Persebaya. Kami pulang tanpa poin dan harus kembali bekerja di latihan,” ujarnya.
Tomas juga menyoroti tren negatif timnya. Dalam 10 pertandingan terakhir, PSM hanya meraih satu kemenangan. Menurut dia, masalah utama bukan pada lini belakang, melainkan efektivitas serangan.
Saat menghadapi Persebaya, PSM mencatatkan 40 sentuhan di kotak penalti dan melepaskan 12 tembakan. Namun, peluang tersebut gagal dikonversi menjadi gol karena keputusan akhir yang kurang tepat.
Selain peluang dari permainan terbuka, Juku Eja juga mendapat kesempatan lewat bola mati, seperti tendangan bebas dan sepak pojok. Namun tak satu pun membuahkan hasil.
“Masalah kami bukan di pertahanan karena kami tidak kebobolan banyak gol. Tantangan terbesar adalah menciptakan peluang bersih dan menyelesaikannya menjadi gol,” ucapnya.
















































