jatim.jpnn.com, PAMEKASAN - Sebanyak 105 dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pamekasan hingga kini belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dari Dinas Kesehatan setempat.
SLHS merupakan dokumen legal yang menyatakan dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah memenuhi standar kebersihan dan sanitasi sehingga makanan yang diproduksi aman dikonsumsi.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan Saifudin mengatakan hingga Senin (26/1), baru 86 dapur MBG dari total 117 dapur yang telah mengantongi sertifikat laik higiene.
"Hingga 26 Januari 2026, dapur MBG yang mengantongi sertifikat layak higiene baru 86 dapur dari total 117 dapur yang ada di Pamekasan," kata Saifudin.
Dia menjelaskan 105 dapur MBG atau SPPG tersebut sebenarnya sudah dilakukan pemeriksaan lapangan dan pengambilan sampel makanan oleh petugas Dinkes.
"Sekarang program uji lab di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkes) Pamekasan dari 105 SPPG yang telah kami ambil sampel makanannya tersebut belum selesai, sehingga sertifikat laik higienes belum bisa kami keluarkan," ujarnya.
Menurut Saifudin, sertifikat laik higiene baru bisa diterbitkan setelah hasil uji laboratorium menyatakan makanan yang diolah memenuhi standar keamanan pangan.
Selain uji lab, terdapat sejumlah indikator lain yang menjadi syarat dapur MBG dinyatakan laik higiene. Mulai dari kelayakan fasilitas dapur, sistem sanitasi, peralatan memasak, hingga wadah penyajian makanan.

















































