jateng.jpnn.com, SEMARANG - Sebanyak 13 bilah demung milik Program Studi Seni Musik, Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang (Unnes) dicuri. Peristiwa itu diketahui pada Jumat (17/4) lalu.
Hilangnya belasan demung ini baru disadari tiga hari setelahnya atau Senin (21/4). Berdasarkan rekaman CCTV, pelaku masuk ke area kampus beraktivitas layaknya mahasiswa pada umumnya pada siang bolong.
“Dari hasil pengecekan CCTV, pelaku diduga masuk pada hari Jumat sekitar pukul 12.20 WIB dan keluar sekitar pukul 12.40 WIB dari lokasi penyimpanan alat,” ujar Wakil Dekan II Fakultas Bahasa dan Seni Unnes Burhanuddin, dikonfirmasi, Rabu (22/4).
Pelaku tergolong terlatih. Pasalnya, tidak ditemukan tanda-tanda pembobolan pada ruang karawitan tersebut.
“Namun setelah dicek lebih lanjut, diketahui bahwa pelaku bukan bagian dari civitas academica,” katanya.
Hilangnya perangkat gamelan ini mengganggu praktik perkuliahan mahasiswa Seni Musik.
Burhan menyebut bahwa kasus pencurian demung juga terjadi di Kelompok Wayang Wong Ngesti Pandawa Semarang, Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dan ISI Yogyakarta.
“Informasi yang beredar menyebutkan pelakunya memiliki kemiripan dengan kejadian di tempat lain, meskipun waktunya tidak persis bersamaan,” ujarnya.



















































