jatim.jpnn.com, SURABAYA - Sebanyak 181.867 kepala keluarga atau KK di Kota Surabaya, belum masuk pembaruan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Sementara 1.026.192 KK sudah tercatat dalam DTSEN.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Eddy Christijanto mengungkapkan 181 ribu KK masih belum berhasil ditemui oleh petugas lapangan.
“Data tersebut sangat krusial karena menjadi dasar, untuk mengetahui kondisi sosial ekonomi masyarakat secara riil dan mutakhir,” ungkap Eddy, Kamis (19/2).
Menurutnya, melalui DTSEN pemerintah dapat memetakan tingkat kesejahteraan warga. Mulai dari susunan keluarga, pekerjaan, hingga kisaran penghasilan.
“Kami bisa memastikan siapa yang benar-benar berhak menerima bantuan sosial, termasuk untuk perencanaan pembangunan dan pengalokasian APBD agar tepat sasaran,” katanya.
Saat ini pihaknya mengupayakan percepatan, dengan membuka layanan konfirmasi secara daring, lewat laman resmi surabaya.go.id. Warga cukup memasukkan NIK dan tanggal lahir untuk mengecek status pendataan.
“Jika belum disurvei, tersedia menu konfirmasi online,langsung terhubung ke sistem admin dan diteruskan ke petugas kelurahan, sesuai domisili yang dilaporkan,” tuturnya.
Setelah melakukan konfirmasi, lanjut Eddy, maksimal satu minggu petugas survei dari unsur ASN OPD dan kelurahan akan mendatangi alamat yang disampaikan.
















































