jatim.jpnn.com, MALANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Malang mengidentifikasi penyebab banjir yang terjadi di 21 titik di Kota Malang pada Sabtu sore akibat meningkatnya debit air di drainase dan sungai secara bersamaan saat hujan deras.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Malang Prayitno mengatakan intensitas hujan yang tinggi membuat saluran drainase dan sungai tidak mampu menampung debit air.
"Intensitas hujan yang deras memicu meningkatnya debit air di drainase dam sungai di beberapa wilayah hingga terjadi luapan ke jalan maupun pemukiman. Kami mendapati (banjir) di 21 titik," kata Prayitno, Sabtu (14/3).
Berdasarkan data BPBD, banjir tersebut tersebar di lima kecamatan, yakni Blimbing, Sukun, Lowokwaru, Klojen, dan Kedungkandang.
Di Kecamatan Blimbing, banjir dilaporkan terjadi di Jalan Letjen Sutoyo, Jalan Letjen S Parman, Jalan Panji Suroso, kawasan Early Warning System (EWS) Blimbing di Jalan Industri Barat, serta Jalan Kedawung.
Sementara itu, di Kecamatan Sukun, banjir muncul di kawasan EWS Candi dan EWS Bukit Barisan.
Di Kecamatan Lowokwaru, genangan terjadi di Jalan Bunga Coklat, Jalan Cengger Ayam, Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Terusan Kendalsari, Jalan Melati, dan Jalan Mawar.
Kemudian di Kecamatan Klojen, banjir dilaporkan terjadi di kawasan EWS Kayutangan, Jalan Galunggung, serta Jalan Veteran di depan Malang Town Square.


















































