jateng.jpnn.com, SEMARANG - Tiga mobil ambulans di Kota Semarang, Jawa Tengah, menjadi korban orderan fiktif yang diduga dilakukan oleh oknum debt collector salah satu perusahaan pinjaman online (pinjol).
Para petugas ambulans tersebut justru diarahkan untuk mendatangi rumah seorang warga dengan dalih pengantaran pasien, namun ternyata dimanfaatkan untuk menagih utang.
Peristiwa itu viral di media sosial setelah diunggah oleh akun Instagram @informasi.semarang.
Dalam unggahan tersebut terlihat tiga unit ambulans dan satu mobil pikap layanan pengiriman Lalamove berderet di depan sebuah rumah.
“Sebuah video beredar bahwa adanya orderan fiktif yang dialami tiga unit ambulans dan satu pick up Lalamove yang dilakukan oleh oknum collector dari pinjaman online,” tulis akun tersebut.
Salah satu ambulans yang menjadi korban adalah ambulans swasta Antasena. Admin Ambulans Antasena, Aldy menjelaskan peristiwa tersebut bermula pada Selasa (3/2) siang.
Pihaknya menerima pesanan ambulans atas nama Adi Prasetya untuk mengantar pasien kontrol dari Jalan Puspowarno, Semarang Barat, menuju Rumah Sakit Columbia Asia. Pemesan juga mengirimkan alamat lengkap, identitas pasien, serta lokasi rumah melalui fitur berbagi lokasi.
“Sesuai prosedur operasional standar, kami berangkat ke alamat yang diberikan. Namun setelah sampai, rumah dalam keadaan kosong,” ujar Aldy, Rabu (4/2).



















































