kaltim.jpnn.com, SAMARINDA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim menyiapkan sejumlah langkah terkait temuan ratusan pria terindikasi HIV akibat hubungan sesama jenis di Kabupaten Kutai Timur.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kaltim Fit Nawati menyampaikan pihaknya mengintensifkan strategi pencegahan dan promosi kesehatan secara menyeluruh sebagai respons atas temuan itu.
"Kami berupaya melibatkan berbagai pihak secara masif, mulai dari organisasi profesi, kader masyarakat, hingga pihak sekolah, untuk menekan potensi penyebaran kasus ini," kata Fit Nawati, Kamis (22/1).
Dia menyampaikan langkah tersebut dilakukan Dinkes Kaltim menyusul laporan Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kabupaten Kutai Timur yang tengah mendampingi 422 orang terindikasi HIV/AIDS.
Mayoritas kasus tersebut teridentifikasi pada kelompok lelaki seks lelaki (LSL) yang pola penyebarannya sulit dideteksi, karena sebagian besar pelaku memiliki istri dan anak.
"Kami terus menggandeng lintas sektor, termasuk perusahaan dengan mobilitas karyawan tinggi, untuk melakukan sosialisasi intensif di lingkungan kerja," ujar Fit Nawati.
Pendekatan kepada generasi muda juga dilakukan pihaknya melalui Program Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R) di sekolah-sekolah yang bersinergi dengan BKKBN.
Lebih lanjut, Fit Nawati menyampaikan edukasi tersebut mencakup penyampaian informasi vital mengenai kesehatan reproduksi remaja, bahaya penggunaan NAPZA, serta risiko hubungan seksual berisiko.



















































