jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty menyoroti pengadaan kendaraan niaga atau pikap senilai Rp 24,66 triliun yang diamankan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara.
Pengadaan itu dilakukan untuk mendukung operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
“Ini pengadaan dalam skala sangat besar. Dampaknya bukan hanya pada logistik desa, tetapi juga terhadap struktur industri otomotif nasional,” ujar Evita dalam siaran persnya, Rabu (19/2).
Evita mengaku mendukung pernyataan Kemenperin yang menegaskan bahwa industri otomotif nasional memiliki kapasitas produksi kendaraan pikap hingga sekitar satu juta unit per tahun.
Menurutnya, kapasitas tersebut menunjukkan bahwa secara volume, industri dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan kendaraan niaga, khususnya tipe penggerak dua roda (4x2).
“Kami sejalan dengan Kementerian Perindustrian bahwa pengadaan pemerintah harus menjadi instrumen untuk memperkuat industri dalam negeri. Kapasitas produksi nasional kita sangat memadai,” tegasnya.
Evita juga menyoroti pentingnya transparansi dan rasionalisasi spesifikasi teknis, terutama apabila pengadaan diarahkan pada tipe penggerak empat roda (4x4).
Menurutnya, tidak semua jalan desa di Indonesia membutuhkan fungsi mobil dengan penggerak 4x4.



















































