jakarta.jpnn.com - Akademisi Universitas Mataram (Unram) Sahrul mengapresiasi respons cepat Presiden Prabowo Subianto dalam menangani kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andre Yunus.
Sahrul menilai langkah tersebut mencerminkan komitmen negara dalam menegakkan hukum secara adil dan tanpa diskriminasi.
Direktur Center for Social Progress Studies itu mengatakan dalam waktu singkat pemerintah mampu menunjukkan keseriusan untuk mengungkap kasus tersebut hingga menemukan titik terang dan kepastian hukum.
Menurutnya, sikap Presiden Prabowo menegaskan prinsip kesetaraan di hadapan hukum (rule of law) sebagai fondasi utama negara hukum.
“Prabowo dinilai cukup tegas dalam membangun konsolidasi demokrasi yang transparan, setara, dan berkeadilan. Tindakan cepat dalam mengungkap pelaku tanpa pandang bulu mencerminkan keberpihakan negara terhadap penegakan hukum yang tidak diskriminatif,” ujar Sahrul, Jumat (20/3).
Dia juga menekankan pentingnya instruksi Presiden Prabowo kepada aparat, khususnya Polri, untuk mengusut tuntas tidak hanya pelaku lapangan, tetapi juga dalang intelektual di balik kasus tersebut.
Menurut Sahrul, hal itu penting agar keadilan tidak berhenti pada pelaku langsung semata.
Secara teoreis, langkah tersebut sejalan dengan konsep equality before the law dan due process of law.


















































