jateng.jpnn.com, SEMARANG - Hujan deras dengan intensitas sedang hingga tinggi pada Minggu (15/2) menyebabkan banjir di Kota Semarang, Jawa Tengah pada Senin (16/2) pagi.
Kepala BPBD Kota Semarang Endro Pudyo Martanto mengatakan kondisi tersebut terjadi akibat sistem drainase yang tidak mampu menampung debit air hujan, sehingga aliran air meluap dan menggenangi lingkungan warga.
“Ketinggian sempat mencapai 1,5 meter. Namun, hingga Senin pagi, ketinggian air dilaporkan mulai surut antara 20 hingga 30 sentimeter,” kata Endro kepada JPNN.com.
Endro mengatakan telah melakukan langkah cepat penanganan di lapangan.
“Kami melakukan asesmen dan mengevakuasi warga terdampak. Selain itu, kami juga terus memonitor wilayah yang masih tergenang,” ujarnya.
Wilayah terdampak paling signifikan berada di Kecamatan Tembalang. Beberapa lokasi yang tercatat mengalami genangan antara lain Perumahan Argo Residence Rowosari, Grand Batik Semarang Meteseh, Grand Permata Tembalang, Perumahan Dinar Indah Meteseh, serta RW 001 Kelurahan Rowosari.
Di Perumahan Argo Residence, banjir berdampak pada RT 007 RW 007 dan RT 008 RW 007, masing-masing sebanyak 25 kepala keluarga (KK) atau sekitar 80 jiwa. Sementara di Grand Batik Semarang, tercatat 13 KK atau 33 jiwa terdampak.
Kondisi lebih luas terjadi di Grand Permata Tembalang. Di RT 008 RW 003 terdapat 63 KK atau 138 jiwa terdampak, sedangkan di RT 009 RW 003 mencapai 47 KK atau 175 jiwa.















































