jpnn.com, MEDAN - Band neo psikedelia asal Medan, Yoko City Ghost, akhirnya merilis lagu terbaru yang berjudul Malari 74.
Lagu tersebut diluncurkan melalui kerja sama dengan label rekaman demajors pada awal Februari 2026.
Malari 74 bukan cuma sekadar rilisan baru untuk menambah katalog, tetapi sekaligus salam pembuka menuju album kedua Yoko City Ghost yang siap rilis tahun ini.
Yoko City Ghost kemudian menjelaskan maksud dari Malari 74 yang mengangkat mengangkat peristiwa Malapetaka 15
Januari 1974.
"Jawabannya sederhana tetapi sentimentil buat kami: retrofuturis/estetika distopia. Kami selalu merasa punya ikatan batin yang aneh dengan era 70-an. Rasanya kami adalah sebentuk entitas yang terjebak atau justru berasal dari dekade tersebut, tapi hidup di masa kini," ungkap Yoko City Ghost.
"Mengangkat tragedi Malari adalah cara kami menegaskan identitas itu. Kami ingin memotret kelamnya sejarah di tahun itu, meresapinya, lalu membalutnya dengan sound masa kini yang dibayangkan di masa itu. Ini adalah ode buat masa lalu, diputar dengan mesin waktu bernama neo-psikedelik," lanjutnya.
Band beranggotakan Tengku Ariy (bass), Tony Ruin (vokalis, tamborin), Ridho Zuhri (gitaris), Kristian Glahita (keyboard), Jose Ludofikus (drummer), dan Evan Ewaldo (synthesizer/sequencer) itu menyebut kejutan dalam Malari 74 bukan cuma soal konsep.
Lewat lagu tersebut, Yoko City Ghost menyuguhkan nuansa berbeda dengan kehadiran vokalis baru Tony Ruin.


















































