jpnn.com, JAKARTA - Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Prof. Dr. Amien Suyitno, memaparkan lima arah kebijakan baru untuk transformasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI).
Suyitno menegaskan bahwa transformasi ini bertujuan untuk memastikan lulusan PTKI tidak hanya unggul secara spiritual, tetapi juga kompetitif secara global dan relevan dengan kebutuhan industri.
"Kami tidak ingin PTKI jalan di tempat. Lima kebijakan ini adalah peta jalan (roadmap) untuk membawa kampus-kampus kita naik kelas, baik dari sisi penguatan karakter maupun integrasi keilmuan," kata Suyitno Hal dalam acara Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Forum Wartawan Kementerian Agama (Forwagama) di Kantor Kemenag, Jakarta, Kamis (5/3).
Berikut adalah lima arah kebijakan strategis tersebut:
1. Ma’hadisasi: Lebih dari Sekadar Asrama
Dirjen Pendis menekankan bahwa program Ma'hadisasi bukan sekadar penyediaan tempat tinggal. Ma’had al-Jamiah harus dikelola dengan tata kelola pesantren yang murni, lengkap dengan kurikulum kepesantrenan dan pembinaan karakter terstruktur.
"Ma’had al-Jamiah bukan kos-kosan mahasiswa. Ini adalah pusat pembentukan karakter yang harus dimiliki setiap PTKI agar ruh pesantren tetap terjaga di lingkungan akademis," tegasnya.
2. Program Double Degree (Gelar Ganda)





.jpeg)













































