jatim.jpnn.com, SURABAYA - Sejumlah elemen masyarakat menggelar aksi dalam rangka International Women’s Day (IWD) 2026 di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan puluhan tuntutan terkait isu perempuan dan kelompok rentan.
Koordinator Lapangan Syska La Veggie mengatakan tuntutan yang disampaikan merupakan hasil konsolidasi berbagai organisasi, kelompok masyarakat, hingga lembaga yang telah dilakukan melalui sejumlah pertemuan dan diskusi.
“Kami sudah berkonsolidasi dengan berbagai organisasi, kelompok, dan lembaga. Ada 23 tuntutan yang tadi juga sudah dibacakan. Ini merupakan kesepakatan bersama yang tidak dibuat dalam waktu singkat,” kata Syska.
Menurutnya, proses penyusunan tuntutan dilakukan melalui beberapa kali pertemuan serta diskusi yang melibatkan banyak pihak, mulai dari mahasiswa, organisasi lingkungan seperti Walhi, hingga kelompok masyarakat lainnya.
Syska menjelaskan aspirasi yang disampaikan tidak hanya berasal dari kelompok di Surabaya, tetapi juga dari berbagai daerah yang ikut terlibat dalam konsolidasi.
“Yang ikut konsolidasi tidak hanya dari Surabaya saja, tapi juga dari berbagai kota. Ada keresahan yang disampaikan secara kelompok, ada juga yang ditujukan kepada pemerintah, bahkan sampai solidaritas untuk perempuan Papua,” ujarnya.
Dia menambahkan sejumlah isu yang disoroti dalam tuntutan tersebut antara lain penguatan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di perguruan tinggi, perlindungan pekerja rumah tangga melalui pengesahan RUU PPRT, hingga jaminan perlindungan sosial bagi pekerja.
Syska berharap tuntutan yang disampaikan dalam aksi IWD tahun ini dapat benar-benar didengar oleh pemerintah dan tidak hanya menjadi seruan di jalanan.

















































