jpnn.com, JAKARTA - Akun SSCASN honorer yang tidak ikut PPPK paruh waktu berubah. Dalam akun SSCASN itu tercantum konfirmasi kesediaan peserta untuk ikut pengadaan ASN PPPK tingkat instansi.
Sontak grup-grup honorer heboh. Mereka bertanya-tanya apakah ini sinyal mereka akan diangkat menjadi ASN PPPK.
"Kawan-kawan honorer yang tidak ikut PPPK paruh waktu heboh setelah ada akun SSCASN yang berubah. Apakah ini pertanda mereka bisa direkrut PPPK paruh waktu," kata Ketua umum Asosiasi Pegawai Pemerintah Perjanjian Kerja Indonesia (AP3KI) Nur Baitih kepada JPNN, Sabtu (10/1).
Bunda Nur, sapaan akrabnya sangat berharap, honorer yang belum terakomodasi dalam PPPK paruh waktu bisa masuk dalam rekrutmen ASN PPPK tingkat instansi ini.
Terpisah, Sekretaris Jenderal DPP Forum Honorer Non-Kategori Dua Indonesia Tenaga Kependidikan (FHNK2I Tendik) Herlambang Susanto mengatakan, munculnya pengadaan ASN PPPK tingkat instansi di portal SSCASN menjadi harapan besar honorer.
Pengadaan ASN PPPK Kementerian HAM bisa menjadi contoh bagi instansi lain terutama pemerintah daerah untuk melakukan hal sama.
Ini agar PPPK penuh waktu yang downgrade, PPPK paruh waktu dan sisa honorer bisa mendapatkan peningkatan status dan kesejahteraan. Mengingat hanya ada dua pegawai ASN yang diakui, yaitu PNS dan PPPK.
"Kementerian HAM sudah buka rekrutmen ASN PPPK, ini pertanda positif bagi kami yang PPPK downgrade, paruh waktu serta teman-teman honorer," ucapnya.






















































