bali.jpnn.com, JAKARTA - Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), Akbar Djohan, memberikan catatan kritis terkait usulan pembangunan empat pelabuhan logistik baru di Bali.
Akbar Djohan menekankan bahwa proyek tersebut memerlukan kajian mendalam, khususnya dari aspek konektivitas dan kesiapan ekosistem industri pendukung.
Komentar ini menanggapi usulan Gubernur Bali Wayan Koster yang berencana membangun empat pelabuhan logistik untuk mengurai kepadatan di jalur penyeberangan Ketapang-Gilimanuk.
Adapun lokasi yang diusulkan meliputi Celukan Bawang dan Sangsit (Buleleng), Amed (Karangasem), serta Gunaksa (Klungkung).
"Hakikinya bukan soal banyaknya pelabuhan, tetapi bagaimana konektivitas antara pelabuhan existing dengan off-taker kargo atau ekosistem industri yang ada," ujar Akbar Djohan dilansir dari Antara.
Akbar Djohan mengingatkan agar pemerintah belajar dari pengalaman sebelumnya, di mana sejumlah pelabuhan yang dibangun dengan anggaran negara justru tidak memberikan dampak ekonomi signifikan.
"Harus dilihat lagi faktor pendukungnya agar investasi pelabuhan itu tidak 'mubazir' nantinya," kata Akbar Djohan.
Akbar Djohan juga mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini sudah memiliki sekitar 2.700 pelabuhan.

















































